Komponen-komponen PLC

Sistem PLC

Sistem PLC terdiri atas:

  • Input
  • Output
  • Central Processing Unit (CPU)
  • Memory untuk penyimpanan Program dan Data
  • Power Supply
  • Peralatan Pemograman
  • Operator interface

Input

Terminal input pada PLC adalah penghubung PLC dengan peralatan luar.

Termasuk Input adalah seperti berikut:

  • Pushbutton
  • Limit switch
  • Selector switch.
  • Proximity sensor
  • Photoelectric sensor
  • Signal Analog

Output

Terhubung ke terminal output adalah peralatan seperti berikut:

  • Solenoid
  • Relay
  • Contactor
  • Motor starter
  • Lampu Indicator
  • Valve
  • Alarms
  • Analog control

PLC menggunakan beberapa macam rangkaian output untuk meng-energize terminal output:

  • Relay digunakan untuk daya AC atau DC. Relay PLC umumnya dapat menyalurkan arus sampai beberapa ampere. Relay lebih tahan terhadap lonjakan (spike) tegangan. Meskipun demikian relay relatif lambat dan dapat mengalami keausan seiring dengan pemakaiannya.
  • Transistor men-switch daya DC, tanpa suara dan tidak ada bagian yang bergerak yang bisa mengalami keausan. Transistor cepat dan dapat menurunkan waktu respon, tapi hanya mampu dibebani 0.5 ampere atau kurang.
  • Triac men-switch daya AC. Seperti transistor, output triac juga tanpa suara, tidak ada bagian yang bergerak, cepat respon, dan dapat dibebani 0.5 ampere atau kurang.

Note: output solid state (triac and transistor) bisa rusak oleh over voltage atau over current.

Central Processing Unit

CPU adalah komponen utama PLC. CPU membaca input, menjalankan logic sesuai program, melakukan perhitungan, dan selanjutnya mengontrol output.

Memory

Pemakai PLC bekerja pada dua area di dalam CPU yaitu: file program dan file data.

  • File Program menyimpan program aplikasi.
  • File Data menyimpan data yang berhubungan dengan program seperti status I/O, preset dan akumulator timer/counter, dan konstanta-konstanta / variable lain.

Dua area ini disebut application memory atau user memory.

Juga di dalam CPU ada system memory yang mengarahkan dan melakukan kegiatan ‘operational’ seperti eksekusi program dan mengkoordinasikan update input dan output. System memory diprogram oleh manufacturer, tidak dapat dimasuki oleh pemakai.

Power Supply

Power supply menyediakan daya ke rangkaian internal PLC. Power supply mengubah tegangan yang masuk menjadi bentuk yang bisa dipakai oleh PLC, dan melindungi komponen PLC dari lonjakan (spike) tegangan.

Peralatan Pemrograman

Untuk memasukkan program ke dalam PLC kita menggunakan komputer yang menjalankan programming software.

Operator interface:

Untuk berkomunikasi dengan PLC – memasukkan data atau memonitor status dan mengontrol mesin – operator interface yang tradisional antara lain:

  • Pushbutton
  • Switch
  • Pilot light / lampu indikator
  • LED

Untuk memperbaiki interaksi antara operator dan PLC, ada banyak type electronic interface seperti:

  • PanelView
  • Human-Machine Interface Software: RSView32 .

Interface ini berkomunikasi dengan PLC melalui port komunikasi.

Siklus kerja PLC.

Siklus kerja yang terdiri atas beberapa langkah yang dilakukan secara berurutan dan berulang-ulang.

  1. Scan Input. Selama input scan ini PLC memeriksa input-input yang terhubung ke terminalnya. Status input tersebut disimpan ke dalam file memory yang disebut ‘input image’.
  2. Scan Program. Selama scan program, PLC men-scan instruksi-instruksi pada program ladder logic, dengan menggunakan status input dari file “input image’, dan mementukan apakah output akan energize atau tidak energize. Hasil scan program disimpan di file memory yang disebut ‘output image’.
  3. Scan output. Berdasarkan data pada file “output image’, PLC energize atau tidak energize rangkaian outputnya, dan mengontrol peralatan eksternal.
  4. Housekeeping. Selama housekeeping PLC mengupdate statusnya, seperti status free running clock, waktu scan, status perhitungan matematika (overflow / underflow), status error, dll.

Berikut gambar siklus PLC operating cycle :

Leave a Comment

Your email address will not be published.